Zoonosis di Sekitar Kandang: Apa yang Perlu Diketahui Peternak dan Keluarga
Kandang tidak berdiri terpisah dari rumah. Hewan yang dipelihara di belakang rumah berbagi udara, tanah, dan air dengan keluarga yang tinggal di sana. Karena itu, seluruh anggota keluarga perlu memahami beberapa penyakit hewan yang bisa menular.
Penyakit yang menular dari hewan ke manusia disebut zoonosis. Tidak semua penyakit ternak termasuk zoonosis, dan tidak semua zoonosis menular lewat cara yang sama. Ada yang menular lewat kontak langsung, ada yang lewat makanan, air, atau gigitan hewan lain.
Contoh yang perlu dikenali
Avian influenza atau flu burung dapat menular melalui kontak dekat dengan unggas yang terinfeksi, termasuk kotoran dan cairan tubuhnya. Brucellosis dapat menular melalui susu yang tidak dipasteurisasi atau kontak dengan jaringan hewan yang terinfeksi. Salmonellosis sering dikaitkan dengan telur, daging, dan makanan yang tidak matang sempurna.
Leptospirosis dapat menular melalui air atau tanah yang tercemar urine hewan, terutama tikus. Rabies menular melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi. Daftar ini menunjukkan bahwa pencegahan perlu disesuaikan dengan jenis hewannya.
Jalur penularan di rumah
Anak-anak sering bermain di dekat kandang, memegang hewan, lalu makan tanpa mencuci tangan. Pekerja kandang bisa membawa kotoran di sepatu atau pakaian ke dalam rumah. Susu mentah dari peternakan tetangga bisa diminum tanpa direbus lebih dulu.
Air hujan yang menggenang di sekitar kandang juga bisa menjadi jalur penularan. Kalau kandang dekat dengan sumur, saluran air, atau tempat cuci, risiko pencemaran meningkat.
Kebersihan yang masuk akal
Cuci tangan dengan sabun setelah menyentuh hewan, membersihkan kandang, atau memegang peralatan. Sediakan sabun di dekat kandang, bukan hanya di kamar mandi. Pisahkan sepatu kerja dari sepatu rumah. Ganti pakaian kerja sebelum masuk ke area dapur atau kamar.
Bersihkan tempat makan dan minum secara rutin. Jangan menumpuk kotoran di dekat sumur. Tutup wadah air minum agar tidak dimasuki hewan lain. Kendalikan tikus dan hewan liar yang bisa membawa kuman.
Makanan dan minuman
Masak daging, telur, dan produk hewani sampai matang. Hindari minum susu mentah, kecuali susu tersebut sudah dipasteurisasi. Cuci sayur dan buah yang mungkin terkontaminasi air kandang. Pisahkan talenan dan peralatan untuk daging mentah dari makanan siap saji.
Jika membeli susu langsung dari peternak, tanyakan proses penanganannya. Susu yang tidak didinginkan dengan benar bisa menjadi tempat berkembang biak bakteri.
Vaksinasi dan pemeriksaan rutin
Vaksinasi hewan membantu menekan penyakit tertentu, tetapi tidak menggantikan kebersihan kandang. Ikuti jadwal vaksinasi yang disarankan petugas kesehatan hewan. Hewan baru sebaiknya dikarantina sebelum dicampur dengan hewan lain.
Kalau hewan sakit, jangan mengobati sendiri dengan antibiotik tanpa arahan. Penggunaan yang salah bisa memperparah resistensi dan meninggalkan residu pada produk.
Kapan mencari bantuan medis
Jika seseorang mengalami demam, nyeri otot, diare, atau gejala lain setelah kontak dengan hewan sakit, ceritakan riwayat kontak itu kepada tenaga kesehatan. Informasi tersebut membantu penanganan. Jangan menunggu gejala memburuk, terutama pada anak-anak, ibu hamil, dan orang lanjut usia.
Untuk mempelajari jenis penyakit ternak dan cara penanganannya, Sinauternak membahas kesehatan hewan dalam bahasa yang bisa dipahami peternak. Pencegahan dimulai dari hal kecil di sekitar kandang.